Facebook dan Pemimpin

Monday, 01 February 2016 02:34 Daniel Ronda
Print option in slimbox / lytebox? (info)

Oleh Daniel RondaFacebook_logo

Bersahabat itu sekarang tidak hanya di dunia nyata tapi juga ke dunia maya digital, terutama yang paling ramai adalah facebook. Kadang tak tahu apakah ini orang ini asli fotonya atau sudah diedit, tak jarang ditemukan fotonya lebih indah dari aslinya, hehehe. Pertemanan ini tidak mengenal lagi strata alias kasta. Semua disamakan dipanggil “Anda atau kamu” walaupun usia dan kedudukan di dunia nyata beda. Di fb orang berani menyuarakan pendapat, baik yang serius ataupun sekenanya, dan suka-suka dia. Maka di fb sering ditemukan ada yang berbagi ilmu, yang berlaku bijak yang penuh kata-kata petuah dalam tulisannya, juga banyak menasehati dan menggurui, ada yang mengutip ayat-ayat suci dan memberikan kalimat-kalimat renungan yang sedang dipikirkan. Tak sedikit yang rutin menaruh status remeh-temeh dirinya, bahkan kalau ada isu lagi ramai rajin mengajak berdebat, nyinyir, sinis dan mencela. Semua bebas dilakukan dan sering menggemaskan.

 

Foto dan video pun mulai menjadi komunikasi yang memiliki ribuan makna walau tanpa kata. Semua foto diunggah dengan harapan dapat jempol suka (like) dan rasanya ketagihan jika sudah kebanyakan jempol. Maka jika tidak ada jempol, mungkin terpaksa klik tanda jempol sendiri dengan harapan muncul lagi di timeline teratas dari fb teman-teman, sehingga dilirik kembali foto itu. Foto dan video telah menjadi kesembuhan memori yang mulai pikun jika melihat foto kenangan, tapi sekaligus nafsu berbelanja diaduk-aduk jika melihat iklan-iklan bergentayangan.

Namun tetap waspada kawan bahwa di tengah niat baik Mark Zuckerberg si pendiri fb untuk menghubungkan pertemanan di seluruh dunia, selalu ada kejahatan mendompleng. Ia digunakan kaum radikal, si pendusta, si pencoleng uang, dan bahkan predator seks untuk memangsa siapa yang bisa ditelannya. Maka tak boleh malu rasanya kalau kita harus belajar sama yang masih muda tentang bagaimana melindungi akun persahabatan ini. Ada yang kapok dan tinggalkan. Saya pikir itu salah, karena fb sudah bukan waktunya ditakuti tapi dihadapi dan lawan segala kejahatan. Niatan baik menggunakan fb untuk berbagi ilmu dan kebajikan serta kesaksian terus diasah sehingga membawa dunia kepada kehidupan yang lebih baik.

Jangan frustrasi bila Anda dikritik dan dimaki-maki karena status Anda. Bila tak kuat hadapi, blok saja. Sangat simpel. Jika banyak status teman menggangu Anda dan merasa disindir, lewatkan saja. Jangan berprasangka. Tidak elok menduga status tulisan seseorang, karena memang tidak pernah tahu apa yang terjadi pada diri seseorang. Tujuan punya akun fb bukan supaya banyak teman, karena banyak teman itu hanya bonus. Pilih kawan yang Anda kenal atau yang membawa manfaat. Ucapkan selamat jalan buat sahabat Fb (unfriend) untuk yang sudah menganggu dan menyerang privasi. Lebih baik sedikit teman yang berkualitas daripada ribuan tanpa kontribusi apa-apa. Tujuan punya fb agar kaya akan kebaikan, informasi yang luas namun sehat, dan sumber-sumber semua pengetahuan untuk kehidupan yang bermutu. Jadi memanfaatkan fb semaksimalnya adalah pilihan bijak bagi yang ingin membuat dunia dan peradaban lebih baik. Selamat memperbaharui status selalu, mudah-mudahan banyak yang dapat berkatnya! (DR)

Last Updated on Thursday, 03 March 2016 04:30