DIlarang Pacaran

Sunday, 12 May 2013 17:05 Daniel Ronda
Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF

TANYA: Saya berasal dari Kalimantan Timur, berusia 18 tahun. Masalah saya, setiap kali saya pacaran, saya selalu dimarahi oleh kakak saya, bahkan ia sangat tidak suka bila saya menjalin hubungan dengan pria, alasannya karena saya masih sekolah. Padahal saya sudah cukup dewasa untuk berpacaran. Mohon solusi Pak, terima kasih, Tuhan berkati.

Dari 082153996xxxx

JAWAB: Kakak Anda benar bahwa dia sebenarnya bermaksud baik agar Anda belajar dengan baik dulu. Mungkin kesalahan kakak Anda adalah caranya yang salah yaitu marah-marah sehingga Anda tidak terima diperlakukan demikian. Siapapun tidak senang dimarahi, sekalipun orang tersebut sudah salah. Mungkin Anda harus berkata, coba kita bahas baik-baik mengapa saya tidak bisa berpacaran? Diskusikan dan temukan jawabannya dalam diskusi tadi.

Saran saya secara pribadi sebagai hamba Tuhan, lebih baik fokus dulu ke pelajaran. Soal pacaran, kita harus menganut prinsip Kristiani di mana pacaran adalah masa persiapan untuk memasuki pernikahan. Perbedaan konsep pacaran dunia dan Kristen adalah pacaran ala dunia itu untuk senang-senang dan kalau cocok dilanjutkan dan kalau tidak cocok ya putus saja. Maka ada lagu yang bicara soal putus sambung. Sedangkan konsep Kristen sudah jelas bahwa pacaran itu adalah di mana Anda merencanakan diri untuk memasuki pernikahan. Maka idealnya orang berpacaran cukup 2-3 tahun saja. Jadi kalau Anda berencana menikah umur 25 tahun, maka kira-kira umur 23 tahun baru waktu yang cocok memasuki masa pacaran. Sedangkan untuk saat ini cukup dengan pertemanan dan persekutuan saja. Tujuannya untuk mengenal sifat masing-masing. Kalau masih dini sudah mengikat diri, maka dikhawatirkan Anda tidak akan obyektif melihat kelemahan dan kelebihan pacar. Nanti setelah menikah baru ketahuan sifat-sifat buruknya. Anda memang secara fisik dewasa (18 tahun), tetapi secara mental dan rohani masih labil dan belum matang. Maka perlu kesabaran.

Jadi tidak perlu ikut-ikutan tren bahwa semua siswa SMA harus punya pacar. Itu hanya mitos saja. Jadi lebih baik punya banyak teman pria sebanyak-banyaknya dan kenali sifatnya, keseriusannya, dan juga kasihnya kepada Tuhan. Jangan terburu-buru mencari, karena tidak akan ada kata terlambat dalam memilih jodoh. Biar sudah kakek dan nenek pun masih bisa mendapat jodoh.

Pertimbangkan efek pacaran waktu masih muda seperti adanya kehamilan. Bila tidak benar dalam berpacaran, maka ada kecenderungan untuk melakukan seks pra nikah. Dan bila hamil maka Anda akan kehilangan kesempatan untuk sekolah yang lebih tinggi. Kita akan sibuk dalam mengurus anak dan tidak lagi menggapai cita-cita. Belum lagi efek dari penyakit di sekitar seks dan juga faktor narkoba yang menyertai bila tidak berjaga-jaga dalam kekudusan pacaran.

Kekhawatiran seperti inilah yang menyebabkan kakak Anda marah. Maka, terima secara positif niatnya, walaupun marah tentu tidak baik. Pikir matang-matang dan jangan merasa diri benar dan tidak salah. Orang lain diperlukan untuk memberikan suatu kebaikan bagi kita. Sekarang adalah waktunya bagi Anda untuk berdoa. Kemudian mulai pikirkan kriteria yang tepat untuk pasangan masa depan Anda. Lalu mulai doakan, jangan asal ikut-ikutan pacaran yang mana nanti kita sesali seumur hidup. Apalagi sebagai perempuan yang kadangkala lebih banyak mendapat resiko dibandingkan dengan pria. Resiko itu termasuk direndahkan dalam masyarakat, kehamilan, bahkan penyakit. Walaupun itu mungkin tidak bisa disamaratakan, tetapi baik kita berjaga-jaga. Wanita yang mampu menjaga martabatnya akan sangat dihormati para pria. Selamat menunda!

Events

mengundang

agenda

Statistik Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
Today: Apr 23, 2014

Twitter


Ads on: Special HTML

Alamat

Dr. Daniel Ronda
08124222711 / 0411-5744185
Jl. G. Merapi 103 Makassar, 90114
Sulawesi Selatan Indonesia

Follow me on:

facebook-icon Facebook
twitter-icon Twitter
skype-icon Skype (danielronda67)

Disclaimer

Untuk penggunaan materi di website ini, mohon izin ke penulis via email dan sms HP