Kotbah

Humor dalam Kotbah

Monday, 03 March 2014 00:38 Daniel Ronda

by Daniel Ronda

Di suatu bulan Desember ini saya ditelepon seorang panitia Natal untuk berkotbah di gerejanya. Setelah saya menyetujui karena memang belum ada jadwal, maka panitia menitip pesan kepada saya agar dalam kotbah agar banyak diberikan humor. Berkali-kali dalam telepon itu dia menekankan agar saya melucu. Saya mengiyakan, namun hal ini membuat saya bertanya-tanya, apakah dia memerlukan pengkotbah atau pelawak? Bagaimana sebenarnya kedudukan humor dalam kotbah?

Read more...
 

Perspektif Maria (Lukas 10:38-42 dan Maz 46)

Wednesday, 12 February 2014 14:07 Daniel Ronda

Ringkasan Kotbah Daniel Ronda

Teks: Lukas 10:38-42 dan Maz 46

Pendahuluan:

Hari ini manusia sangat sibuk. Masih adakah waktu untuk Tuhan? Bahaya kesibukan ini jelas, bahwa tidak ada waktu untuk Tuhan sehingga kepekaan Tuhan tidak ada dan tanpa sadar falsafah dunia mulai masuk secara perlahan. Maka tidak heran kekristenan menjadi dangkal dan tidak mengalami kebahagiaan.

Kisah Maria dan Marta adalah sebuah cerita, tetapi memiliki nilai teologis yang dalam. Marta dihargai, namun Maria diapresiasi karena komitmen untuk duduk di kaki Yesus. Ini pelajaran apa? Ini adalah soal intimasi dengan Tuhan.

Read more...
 

Memelihara Iman

Wednesday, 31 July 2013 00:38 Daniel Ronda

Kotbah di GBI Clarion Makassar, tanggal 28 Juli 2013 by Daniel Ronda

Teks: 2Tim 4:7-8

Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Pendahuluan

Bagaimana membuat kesimpulan hidup? Pernahkah kita membuatnya? Bagaimana mengukur hidup seseorang disebut berhasil? Apakah Sukses? Jawab Tuhan dalam firmanNya tentang kunci keberhasilan hidup adalah perjuangan dalam memelihara iman.

Read more...
 

Kemuliaan Pelayanan Imam

Sunday, 09 June 2013 13:17 Daniel Ronda

Refleksi (catatan) Kotbah Pdt Dr Daniel Ronda di kebaktian pagi di Rakernas GKII Kupang, 21 Mei 2013

Kemuliaan Pelayanan Imam (Maleakhi 2:1-9)

Pendahuluan:

Teks bicara imam PL, di mana secara struktur imam PL beda dengan pemimpin gereja, tapi secara fungsi hamba-hamba Tuhan saat ini adalah imam, di mana kitalah para imam itu.

Pembacaan kitab Maleakhi 2:1-9 membawa kita kepada tiga renungan: 1) ada lima kegagalan hamba Tuhan; 2) Ancaman yang diberikan atas kegagalan itu; dan 3) keberhasilan pelayanan hamba Tuhan yang akan membawa kepada kemuliaan Tuhan, pelayanan dan dirinya sendiri.

I. LIMA KEGAGALAN Hamba Tuhan:

1. Gagal mendengarkan Tuhan (ayat 2). Tidak lagi punya Persekutuan pribadi dengan Allah. Kita boleh mampu menjelaskan teks kotbah, tapi itu hanya skil yang dipelajari dari pelbagai dokumen. Kita lebih banyak mendengarkan berita TV, Koran, dsb.

2. Gagal menghormati Tuhan dari hati yang terdalam (ayat 2). Sebab kita mulai mencuri kemuliaanNya karena kepuasan dan keberhasilan pribadi

3. Gagal mengikuti jalan-jalan Tuhan (ayat 8a dan 9b), sehingga tidak mampu menjadi teladan bagi umat. Karena ikut ambisi pribadi

4. Gagal berlaku adil dan memandang bulu dalam pengajaran (ayat 9c). Membeda-bedakan orang saat mengajar. Lebih peduli pada yang kaya, pintar dan punya jabatan. Terjebak pada bisnis pribadi dan mengeruk keuntungan dari sana. Saat ini mulai ada fenomena pembicara bayaran dengan tarif.

5. Gagal menjadi berkat (ayat 8b), karena ia telah menjadi batu sandungan bagi jemaat lewat dosa tertentu. Menghianati kepercayaan yang Tuhan beri kepadanya

II. ANCAMAN SANKSI ILAHI

1. Tuhan Mengirimkan hukuman. Menunda berkat, kita tidak lagi jadi berkat bahkan mendapatkan kutuk. Berkat menjadi kutuk (ayat 2)

2. Hukuman Tuhan Bisa menimpa sampai keturunan anak-cucu kita (ayat 3a – kata mematahkan lenganmu yang bisa dimaknai "rebuke their offspring" – yaitu soal keturunan kita)

3. Dipermalukan oleh dosa kita sendiri. Terhina karena kesalahan kita sendiri (ayat 3a di mana akan "dilemparkan kotoran hewan di wajah kita yang dijelaskan di ayat 9 sebagai Tuhan memandang hina dan rendah hambaNya).

Ancaman akan sanksi Ilahi ini berbicara tentang Allah menyayangi kita, namun Tuhan benci dengan kemunafikan. Pertobatan lah yang akan memulihkan, cepat atau lambat Tuhan menyatakan anugerahNya yang limpah. Ia melemparkan "kotoran hewan di muka kita" karena Ia sayang kita dan mau kita kembali kepada jalanNya.

III. KEMULIAAN PELAYANAN IMAM

Kemuliaan itu seperti pohon yang berakar kuat (analogi yang saya pinjam dari John Piper). Kokoh dan berbuah lebat. Lewat hidup yang takut akan Tuhan. Pengajarannya terpelihara, menyebar dan menjadi berkat. Hidupnya dalam kejujuran, kesucian dan kekudusan. Baik dalam kehidupan publik maupun private. Unsur-unsur pohon itu:

1. Akar (ayat 5): Takut akan Tuhan dan gentar akan namaNya

2. Batang (ayat 6a, 7a): pengajaran yang benar ada pada mulutNya yaitu menjaga kebenaran firman Tuhan

3. Ranting (ayat 6b): tidak ada kecurangan pada bibirnya dan jalan dalam damai dan kejujuran. Ini bicara kejujuran, kesucian dan kekudusan.

4. Buah (ayat 6c): Banyak yang bertobat di mana membuat jiwa-jiwa datang kepada Tuhan

Diringkas dari Dr. Julianto Simanjuntak (diedit oleh DR)

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Events

mengundang

agenda

Statistik Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
Today: Oct 24, 2014

Twitter


Ads on: Special HTML

Alamat

Dr. Daniel Ronda
08124222711 / 0411-5744185
Jl. G. Merapi 103 Makassar, 90114
Sulawesi Selatan Indonesia

Follow me on:

facebook-icon Facebook
twitter-icon Twitter
skype-icon Skype (danielronda67)

Disclaimer

Untuk penggunaan materi di website ini, mohon izin ke penulis via email dan sms HP