Integritas

Thursday, 08 October 2015 01:24 Daniel Ronda
Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF

Oleh Daniel Ronda

integrity

Seseorang mengatakan bahwa integritas itu paling mudah dibicarakan, namun sukar dilaksanakan. Itu ada benarnya. Kata ini sangat magis. Ia bagaikan kata mutiara untuk digunakan siapa saja karena bisa dipakai dalam menasehati, menggurui, bahkan dipakai menyembunyikan topeng kemunafikan diri. Dengan menggunakan kata itu seolah kita sedang mencuci diri dalam berkomunikasi dengan meyakinkan pendengar bahwa saya sudah memilikinya dan Anda-pun sebaiknya punya itu.

Sering tidak disadari bahwa integritas sejatinya adalah sebuah perjuangan. Ia bisa menohok sana dan sini. Jika kuat menghadapi godaan seks, soal perempuan atau laki-laki, maka akan ditohok soal uang. Jika lepas dari cengkeraman mamon, ada kuasa dan kekuasaan yang menanti untuk diincar. Dan jika tahan semua hantaman, maka ada kesombongan menanti. Yang bernama godaan itu tetap mengintip kita dan akan menerkam setiap ada peluang untuk mencaploknya. Tidak peduli berapa lama dan seniornya seseorang dalam memimpin dan hidup, godaan tetap ada di depan pintu kehidupan.

Tampilan hidup dan asesoris kesalehan hanya bersifat semu, kegiatan disiplin keagamaan tidak akan mempan, dan semua kegiatan yang nampak hanya berupa pupur dan gincu pemanis namun di balik jubah-jubah kesucian ini, semuanya penuh dengan kemaksiatan dan nafsu serta keserakahan yang tiada tara.

Menghidupi integritas harus dimulai dengan kerendahan hati yang siap dikritik dan diberitahu. Ia adalah sebuah proses jatuh bangun, namun harus ada akuntabilitas lewat sahabat atau mentor yang mengajar sekaligus menghajar. Ia tidak akan sombong bahwa telah sukses dan menang atas godaan, tapi waspada dan ingat selalu bahaya yang mengintai. Ia lari dari godaan, bak Yusuf yang melarikan diri dari sang istri Potifar yang cantik nian. Ia menengking dari dalam hatinya bahwa tidak akan melacurkan profesi mulianya dengan mencuri uang organisasi dan hak si miskin. Ia kekang dirinya untuk tidak berambisi kuasa dengan menghancurkan reputasi pesaingnya. Ia bersahabat dengan orang-orang yang bisa terbuka dan punya hati nurani untuk berbuat baik. Serta ia hanya hidup dalam anugerah dan meminta ampunan Tuhan tiap hari jika motivasi hatinya mulai tergoda, iri, benci kepada sesama. Keterbukaanya kepada Tuhan membuat dia terbuka kepada sesama.

Jika demikian siapa yang punya integritas? Belum ada seorang pun sempurna, tapi tidak sedikit para pemimpin sedang mengejarnya. Pertanyaannya, apakah kita sedang ikut masuk dalam barisan perjuangan pasukan integritas ini? Jika tidak, siap-siap diterkam si penggoda! Yang menyesakkan dada adalah jika melihat para pemimpin jatuh bergelimpangan… (DR)

 

Last Updated on Thursday, 03 March 2016 04:38

Events

mengundang

agenda

Twitter


Ads on: Special HTML

Statistik Pengunjung

276989

Alamat

Dr. Daniel Ronda
Jl. Jambrut No. 24 (Kramat VIII)
Kel. Kenari, Kec. Senen
Jakarta Pusat, 10430

Follow me on:

facebook-icon Facebook
twitter-icon Twitter
skype-icon Skype (danielronda67)

Disclaimer

Untuk penggunaan materi di website ini, mohon izin ke penulis via email dan sms HP